Топ-100

"Iming-iming" untuk UKM Agar Tembus Pasar Global

21 Dec 2021
Platform perdagangan B2B lintas negara Madeinindonesia.com mengajak para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di tanah air untuk bergabung dan bersama-sama mengembangkan bisnis dengan membuka akses ke pasar mancanegara.
"Kami bisa menghubungkan mereka dengan calon pembeli internasional. Kami akan membantu mereka dengan menyediakan berbagai bentuk fasilitas," kata pendiri dan CEO Madeinindonesia.com Ilyas Bhat dalam refleksi akhir tahun di Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/12/2021).
 
Melalui program kemitraan ini, Madeinindonesia.com membantu fungsi pemerintah dalam hal pemberdayaan UKM dan pengembangan ekonomi masyarakat. Bantuan yang disiapkan platform ini antara lain berupa arahan dan fasilitas menyeluruh (end-to-end), mulai dari pengemasan, pengawasan kualitas (quality compliance) dan hal-hal lain.
 
Menurut Ilyas beberapa UKM tanah air telah menikmati hasil dari keputusan mereka bergabung dan menjalin kemitraan dengan platform B to B ini. Para pelaku UKM itu sudah banyak yang mengikuti kegiatan business meeting, business matching serta pameran dagang (trade expo) baik secara online, off-line atau hybrid di tengah pandemi Covid-19.
 
Kegiatan terakhir dalam rangka menghubungkan pelaku UKM dalam negeri dengan calon pembeli mancanegara adalah melalui Indonesia Food & Beverage Virtual Exhibition yang melibatkan KJRI Kota Kinabalu, BNI Xpora dan Indag Jawa Barat. Tak kurang dari 30 pelaku usaha Indonesia turut serta dalam pameran dagang tersebut.
 
Saat ini platform ini tengah memberangkatkan seafood dari Bali dan produk sepatu dan fashion dari Bandung, Jawa Barat. Ada lebih dari 4-5 merek yang sedang dalam proses untuk dikirim ke pembeli di luar negeri, termasuk pakaian anak dan produk keperluan untuk bayi.
 
Pengiriman atau ekspor ini akan berlangsung rutin. Tentu ini menjadi kabar baik bagi pelaku UKM tanah air.
 
Platform teknologi ini berencana untuk memperkenalkan layanan private label didorong tingginya permintaan dari luar negeri. Untuk itu, pelaku bisnis yang bergerak di industri garmen, fesyen atau alas kaki, bisa bergabung untuk kemudian dikurasi agar kualitas dan konsistensi dalam kapasitas produksi bisa terjaga.
 
Setelah fokus pada suplai, kini platform ini menggeser pada permintaan. Kebanyakan permintaan datang dari negara-negara di Timur Tengah atau negara teluk, termasuk permintaan akan alas kaki, fesyen dan berbagai kategori seafood. "Awal tahun depan, kami akan mulai menggarap pasar Amerika Serikat," kata dia.